Kota Bandung Litimidasi com Kepemimpinan yang berorientasi pada pembinaan*
Di bawah kepemimpinan Kalapas Sukamiskin Kota Bandung, seluruh jajaran pegawai menjalankan tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan secara profesional. Pendekatannya tidak hanya fokus pada pengamanan, tapi juga pada pembinaan agar warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
Keamanan dan ketertiban terjaga dengan disiplin*
Tupoksi pengamanan dijalankan ketat melalui kontrol keliling, razia berkala, dan pemanfaatan teknologi seperti CCTV, metal detector, dan body scanner. Koordinasi dengan APH dan TNI juga rutin dilakukan. Hasilnya, Lapas Sukamiskin tetap kondusif dan zero barang terlarang.
Pelayanan publik yang transparan dan tanpa pungli*
Layanan kunjungan, penitipan, dan layanan integrasi dilakukan sesuai SOP. Ada loket informasi, petugas yang ramah, dan pengawasan internal. Komitmen “Bersih dari Pungli” ini membuat keluarga warga binaan merasa nyaman dan diperlakukan manusiawi.
Program pembinaan kepribadian berjalan aktif*
Kalapas memastikan kegiatan pembinaan keagamaan, wawasan kebangsaan, dan pendidikan kesetaraan berjalan rutin. Ada majelis taklim, kebaktian, dan pesantren kilat. Dengan pembinaan mental spiritual ini, warga binaan dibimbing untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
Penguatan pembinaan kemandirian dan produktivitas*
Lapas Sukamiskin dikenal dengan bengkel kerja dan pelatihan keterampilan. Warga binaan dibina dalam bidang pertukangan, las, tata boga, pertanian, dan kerajinan. Hasil karya dijual dan sebagian keuntungannya untuk tabungan warga binaan. Ini wujud nyata “Lapas Produktif” sesuai arahan Ditjenpas.
Perhatian pada kesehatan dan hak dasar*
Fasilitas kesehatan, dapur sehat, dan sanitasi terus dipenuhi. Kalapas bekerja sama dengan klinik dan rumah sakit untuk pemeriksaan rutin. Hak warga binaan untuk mendapatkan makanan layak, ibadah, dan akses hukum juga dipastikan terpenuhi sesuai aturan.
Inovasi layanan integrasi dan reintegrasi sosial*
Program Asimilasi, PB, CMB, dan Cuti Bersyarat dijalankan sesuai aturan dan tepat waktu. Ada pelatihan pra-pelepasan agar warga binaan siap kerja dan berwirausaha. Kalapas juga menggandeng Dinsos, Disnaker, dan komunitas untuk program setelah bebas.
Keterbukaan dan komunikasi dengan publik*
Kalapas Sukamiskin membuka ruang dialog dengan media, LSM, akademisi, dan keluarga. Pengaduan bisa disampaikan melalui kanal resmi. Sikap terbuka ini membuat pengawasan masyarakat berjalan dan mencegah terjadinya informasi yang simpang siur.
Sinergi dengan Pemkot Bandung dan stakeholder*
Lapas Sukamiskin aktif dalam kegiatan kota seperti bazar UMKM, penyuluhan narkoba, dan kegiatan sosial. Sinergi dengan Pemkot Bandung, BNN, dan lembaga pendidikan membuat pembinaan lebih luas dan berdampak, tidak hanya di dalam lapas.
Menuju Lapas Modern yang Humanis*
Dengan melaksanakan tupoksi secara konsisten, Kalapas Sukamiskin menargetkan lembaganya menjadi contoh Lapas modern: aman, tertib, bersih, dan humanis. Keberhasilan diukur bukan hanya dari tidak adanya gangguan keamanan, tapi dari berapa banyak warga binaan yang berhasil pulih dan mandiri.
Melalui kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan berhati, Lapas Kelas IIA Sukamiskin Kota Bandung terus menunjukkan bahwa pemasyarakatan adalah tentang memberi harapan kedua bagi manusia.
Budi Haryanto SE Pemred







